Bunda pintar, aku mau berbagi cerita tentang pengalaman yang mungkin pernah dialami banyak ibu,
yaitu saat si kecil sariawan, demam, dan tidak mau makan.
Waktu anakku berusia 1 tahun, aku pernah mengalami momen yang sangat membuat panik.
Tiba-tiba dia tidak mau minum susu, tidak mau makan, dan badannya terasa panas.
Sebagai ibu baru dengan anak pertama, rasanya campur aduk—khawatir, bingung,
dan tidak tahu harus berbuat apa.
Padahal sebelumnya, anakku termasuk anak yang lahap makan dan kuat minum susu.
Aku pun mulai mencari tahu penyebabnya. Setelah berdiskusi dengan ibuku,
beliau menduga bahwa mungkin anakku mengalami sakit tenggorokan.
Aku sempat berpikir, jangan-jangan aku salah memberikan makanan,
atau mungkin susu formula yang diminum anakku terlalu panas.
Perlu bunda ketahui, suhu susu formula yang terlalu hangat
dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan memicu sariawan.
Anak yang tampak rewel sering kali sebenarnya merasa lapar,
tetapi tidak bisa makan karena ada rasa nyeri di mulut atau tenggorokan.
Akhirnya, atas saran suami, aku membawa anakku ke dokter
untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata anakku mengalami
radang tenggorokan dan sariawan akibat infeksi jamur.
Terlihat bintik-bintik putih di lidah dan langit-langit mulutnya.
Dokter kemudian meresepkan Kandistatin dan Xepamol Drop.
Kandistatin diberikan dengan dosis 4×1 ml per hari,
sedangkan Xepamol Drop diberikan 3×1 ml per hari.
Setelah aku cari tahu, Kandistatin merupakan obat antijamur
yang aman untuk bayi karena mengandung nystatin 100.000 IU.
Obat ini aman jika tertelan dan memiliki rasa manis,
sehingga memudahkan pemberian pada bayi.
Aku pribadi selalu mencicipi dulu obat yang akan diberikan ke anak,
dan memang rasanya manis—cocok untuk bayi.
Bentuk pipetnya juga sangat membantu,
sehingga obat bisa diminum habis sesuai dosis tanpa tumpah.
Kandistatin juga bisa digunakan untuk orang dewasa,
tentu dengan dosis yang berbeda, yaitu sekitar 4×4–6 ml per hari,
disesuaikan dengan kondisi dan berat badan.
Xepamol diberikan karena anakku juga mengalami demam.
Seperti yang bunda tahu, demam pada anak tentu membuat orang tua sangat khawatir.
Xepamol mengandung paracetamol dan tersedia dalam beberapa bentuk:
- Drop untuk bayi hingga usia 2 tahun
- Sirup untuk anak usia di atas 2 tahun
- Tablet untuk usia 12 tahun ke atas
Dosis obat disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Terkadang dokter meresepkan dosis yang berbeda dari aturan di brosur,
karena mempertimbangkan kondisi dan berat badan anak secara individual.
Jadi bunda tidak perlu khawatir, karena dokter pasti memiliki pertimbangan medis.
Setelah beberapa kali pemberian Kandistatin dan Xepamol sesuai dosis,
anakku mulai membaik. Ia tidak rewel lagi, mau minum susu,
mau makan, dan kembali aktif bermain.
Melihat anak kembali sehat adalah kebahagiaan terbesar bagi seorang ibu.
Pengalamanku menggunakan produk dari PT Metiska Farma sangat memuaskan,
karena mudah diberikan, mudah ditemukan di apotek,
dan harganya terjangkau tanpa mengorbankan mutu.